Iklan 728 sini

keywords

Minyak wangi dan Wanita ...

Prolog

Minyak wangi saat ini telah menjadi suatu barang yang identik dengan wanita. Boleh dibilang, dia telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari gaya hidup wanita yang katanya “modern”. Tidak lah lengkap seorang wanita meskipun telah menggunakan pakaian yang bagus dan sesuai dengan perkembangan mode, jika tidak ada bau harum minyak wangi yang tercium darinya. Bahkan kita lihat bahawa sekarang, minyak wangi telah menjadi sebuah komoditas yang sangat penting, tidak kalah dengan perkembangan mode pakaian. Kita boleh lihat para wanita itu menghabiskan begitu banyak wang untuk memenuhi selera dan keinginan mereka akan minyak wangi yang bagus, berkualitas dan terkenal. Bahkan sudah bukan menjadi rahsia lagi bahwa untuk memperoleh minyak wangi yang terkenal, banyak dari kaum wanita muslim, rela pergi sampai ke kota atau bahkan Negara lain dengan membayar harga yang tidak sedikit tentunya.

Lalu bagaimana sesungguhnya ajaran Islam mengenai minyak wangi ini,

terutama jika yang memakainya adalah para wanita?

Wanita dan Minyak Wangi

Sebagian dari Anda mungkin akan menganggap ini adalah perkara yang sangat sederhana, bahkan mungkin akan terucap dari bibir Anda sebuah kalimat “kenapa yang begitu-begitu, asal menjalankan sholat dan puasa kan sudah cukup? Janganlah terlalu ketat dalam menjalankan hukum agama. Yang mudah-mudah saja.” Dan kalimat-kalimat lainnya yang sejenis. Sangat wajar tentunya karena sejak kita lahir, lingkungan kita telah mendidik kita untuk mengenal yang namanya minyak wangi. Namun sayangnya, terkadang kita lebih sering berlaku tidak adil baik dengan diri kita sendiri maupun dengan orang di sekeliling kita. Sering kita hanya menjelaskan sisi duniawinya saja tanpa memberikan penjelasan tentang bagaimana syariat Islam terhadapnya. Padahal Allah telah berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan) …” (QS al-Baqarah 208)

Di dalam Islam, semua syariat adalah sama dalam erti mempuyai hak yang sama untuk dilaksanakan. Islam adalah sebuah kesatuan yang terdiri dari banyak aspek, dan menjadi kewajiban dari masing-masing individu muslim untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kembali kepada minyak wangi….

Bagaimana tuntunan Islam terhadap penggunaan minyak wangi? Terutama bagi kaum wanita?

Berikut akan saya tuliskan beberapa penjelasan yang diambil dari buku al-Masaail Jilid 2 hal. 151 karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Semoga dapat kita ambil hikmahnya dan tentunya dapat diamalkan oleh kaum muslimah.

  1. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang diberi harum-haruman, maka janganlah ia menolaknya, karena sesungguhnya ia itu ringan bebannya (ringan dibawa) dan harum baunya.” (Shahih riwayat Ahmad, Nasa’i, Muslim, dan Abu Dawud dari Abu Hurairah).
  2. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Diberi kecintaan kepadaku dari (urusan) dunia kamu, ialah wanita, harum-haruman/wangi-wangian, dan dijadikan kesejukan mataku di dalam sholat.” (Shahih riwayat Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi dari Anas bin Malik).
  3. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sebaik-baik harum-haruman (buat kamu) ialah : kasturi.” (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dari jalan Abu Said al Khudriy).
  4. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Apabila salah seorang dari kamu (kaum wanita) menghadiri (sholat) ‘Isya (di masjid) maka janganlah ia memakai wangi-wangian.” (Shahih riwayat Muslim, Ahmad, Nasa’i dari jalan Zainab).
  5. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman, maka janganlah ia menghadiri (sholat) ‘Isya (di masjid) bersama kami.” (Shahih riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari Abu Hurairah).
  6. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “ Apabila seorang perempuan keluar ke masjid, maka hendaklah ia mandi (membersihkan diri) dari wangi-wangian sebagaimana ia mandi janabat.” (Shahih riwayat Nasa’i dari Abu Hurairah).
  7. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima sholatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut).” (Shahih riwayat Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah).
  8. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian ia keluar, lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium) baunya, maka dia itu adalah perempuan zina/tuna susila.” (Hasan riwayat Ahmad, Nasa’i, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan Thahawi dari Abu Musa).
Keterangan :
  1. Hadits 1, 2, dan 3 dengan jelas telah mengatakan : sangat disukai-nya kita memakai harum-haruman/ wangi-wangian. Dan hukum ini bersifat umum, yakni terkena kepada kaum laki-laki dan wanita, karena di hadits itu tidak dibezakan sama sekali antara laki-laki dan wanita. Bahkan di hadits 1 itu ada larangan menolak pemberian harum-haruman. Sedangkan hadits ke-2 menunjukan bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam amat menyukai wangi-wangian. Padahal telah kita maklumi dari firman Allah Ta’ala, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjadi suri tauladan (uswatun hasanah) bagi kaum muslimin dan muslimat. Sedangkan hadits ke-3 menyatakan bahwa misk adalah harum-haruman yang paling baik untuk kita pakai. Demikian keterangan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Hadits ke-4 & 5 itu menegaskan : haram hukumnya bagi kaum wanita keluar ke masjid untuk menghadiri sholat Isya’ dengan memakai harum-haruman. Disebutnya lafaz Isya’disini tidak berarti menghadiri sholat-sholat lainnya diperbolehkan. Tidak sekali-kali demikian! Karena hadits ke-6 dan 7 bersifat umum mencakup seluruh macam sholat, baik shalat fardhu maupun sholat-sholat sunat (seperti shalat tarawih dan sholat hari raya). Disebutnya sholat Isya’ di hadits ke-4 & 5 itu boleh jadi karena fitnahnya lebih besar karena sholat Isya’ itu dikerjakan di waktu malam.
  3. Hadits ke-6 itu menunjukan : wajib hukumnya bagi kaum wanita yang hendak keluar masjid membersihkan dirinya dari wangi-wangian sebagaimana halnya ia mandi janabat.
  4. Hadits ke-7 itu mengandung hukum : Siapa saja perempuan yang keluar ke masjid dengan memakai wangi-wangian, maka shalatnya tidak diterima oleh Allah Ta’ala. Demikianlah zahirnya sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Hendaklah hadits ini jadi perhatian betul-betul, karena telah kita saksikan umumnya kaum wanita di masa kita sekarang ini kalau mereka keluar ke tanah lapang untuk shalat hari raya mereka memakai wangi-wangian yang baunya tersebar ke mana-mana.
  5. Dari hadits 4, 5, 6, & 7 serta keterangan-keterangannya dapatlah dengan mudah kita ketahui : Kalau keluar ke tempat-tempat ibadah saja telah dilarang keras bagi kaum wanita memakai wangi-wangian, apalagi ke tempat-tempat lain seperti pergi ke pesta perkawinan dan lain-lain. Sudah barang tentu larangannya lebih keras lagi.
  6. Hadits ke-8 mengandung hukum : Kalau bagi kaum wanita telah dilarang keluar dengan memakai wangi-wangian meskipun bukan untuk pamer, tentu keluar dengan maksud pamer supaya orang-orang mencium baunya, lebih keras lagi larangannya. Dan perempuan yang demikian Nabi kita Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menamakannya sebagai perempuan zina.
Kesimpulan :
  1. Perempuan dibolehkan bahkan sangat disukai memakai wangi-wangian di dalam rumahnya khususnya untuk suaminya (jika ada).
  2. Perempuan yang hendak keluar rumah, maka wajib hukumnya membersihkan dirinya dari wangi-wangian sebersih mungkin.
  3. Haram hukumnya bagi perempuan yang keluar rumah, baik keluar ke masjid apalagi ke tempat-tempat lain dengan memakai minyak wangi/harum-haruman/wangi-wangian.
Hukum bagi wanita yang memakai minyak wangi ialah:

1.Hukum wanita yang keluar rumah dan memakai minyak wangi adalah haram dengan tujuan untuk menarik perhatian orang lain atau lelaki.

2.Namun jika bertujuan untuk mengelak diri daripada berbau busuk apabila berkomunikasi dengan orang lain adalah diharuskan dengan syarat tidak memakai minyak wangi yang boleh menusuk atau mengganggu orang lain.Dengan kata lain memakai minyak wangi yang sederhana baunya...


Nuffnang 336 sini

4 komen:

Anonymous said...

sebenarnye yang penting kita jaga kebersihan diri kita .. tu yang utama .. Nabi pun dah menyatakan bahwa kebersihan itu sebahagian drpd iman... jadi yang penting kita jaga kebersihan diri dgn baik dan insyaAllah tak perlu pun perempuan kalau nak pakai minyak wangi ni ..Lagipun , dari segi logik akal pun kalau difikir balik memang badan yang bersih tak akan ada bau yang tak menyenangkan .. ye tak?

Anonymous said...

sya rase x sume wanita mcm anta ckp tu.. bg wanita yg fhm, die xkn pkai minyak wangi.. just org yg mmg nak tarik perhatian kaum Adam jer yg pkai~ tu pndpt sya..

muaz said...

oh,komen terbaru walaupun post yang begitu lama... tapi takpe.. sebenarnya post pasal minyak just kenangan sebab ade beli minyak wangi.. betul la tu anonymmous, tak sume wanita sma, yang pasti, ikut Rasulullah-wangian wanita khas untuk suami. sekian..

gYdO said...

some women got body odour probs, specially during their menstrual period. dat's why itis allowed for 'em to wear perfume in moderate amount, just to prevent the BO

*by perfume, i mean anythin fragrant, includes talc n deodorant

Simple Template edited by Blogger Malaysia :: Powered by Blogger